Agrotechnoprenuer?

Saya akan mencoba mereview buku yang berjudul Wawasan, Tantangan, dan Peluang Agrotechnopreneur Indonesia. Dari judulnya saja sudah pasti bisa ditebak kan isinya bakalan membahas tentang apa? Yup! Tentang agroindustri maupun agrobisnis tentunya. Buku ini menjelaskannya secara detail bahwa agropreneur adalah berbagai upaya yang dilakukan pihak-pihak dalam memanfaatkan peluang industri agribisnis.

Apa sih agrotechnopreneur? Jadi istilah agrotechnopreneur baru-baru muncul diawal tahun 2000-an, sebagai respon atas maraknya penggunaan istilah technopreneur di bidang bisnis berbasis teknologi. Masih sangat asing bukan istilahnya? Pasti  taunya cuma entrepreneur🙂

Istilah Agrotechnopreneur memang masih sangat asing khususnya di telinga masyarakat Indonesia padahal hasil dari Agrotechnopreneur sudah ada dan dinikmati oleh masyarakat luas. Agrotechnopreneur sendiri memiliki pengertian singkat: seorang agropreneur yang memanfaatkan teknologi.

Dari sudut pandang terminologi, agrotechnopreneurship didefinisikan sebagai kemampuan dalam mengelola suatu usaha (wirausaha) di sektor agribisnis/agroindustri melalui pemanfaatan teknologi serta mengedapankan inovasi dalam upaya pengembangan bisnisnya, dalam hal yang dipasok (Gumbira-Sa’id, 2010).

Pengertian tersebut kemudian diarti yaitu pengusaha yang bergerak di bidang agribisnis dan selanjutnya membahas mengenai wawasan yang harus dimiliki, tantangan-tantangan apa saja, dan peluang-peluang yang harus dimanfaatkan bagi seorang agrotechnopreneur di Indonesia.

Di buku ini juga banyak membahas orang-orang Agrotechnopreneur yang sudah sukses. Contohnya saja Bapak Bob Sadino, Ibu Martha Tilaar. Siapa yang tidak kenal beliau-beliau. Mereka ternyata seorang Agrotechnopreneur loh.?!

Saya akan coba mengulas sedikit kisah tentang Ibu Martha Tilaar. Beliau aslinya merupakan sarjana dari bidang sejarah / sejarawan. Tetapi akhirnya menjadi seorang agropreneur dengan kesuksesan luar biasa. Bagaimana tidak, komestika yang dia produksi telah mendapat pengakuan internasional. Yang lebih hebatnya lagi, bahan dasar kosmetik dari beliau produksi berbasis pertanian lokal dan alami. Semua itu merupakan bentuk kecintaan beliau terhadap tanah air.

Selain kisah-kisah orang hebat indonesia, buku ini memberi contoh bagaimana negara luar berhasil akan konsep agrobisnis serta agroindustrinya seperti Jepang yang belum ada di Indonesia. Jepang menggagaskan konsep OVOP yaitu one village one product. Konsep tersebut membuat product dari jepang berdaya saing hebat karena kualitas yang sangat terjaga sehingga para agrotechpreneur mereka dapat bersaing baik pasar regional, nasional, hingga internasional.

Pada bab terakhir bab ini khusus membahas tantangan serta peluang bisnis khusus dalam bidang pangan di dunia internasional. Bagaimana permasalahan pangan di Indonesia ketika ada musibah melanda Indonesia seperti serta membahas tentang rantai pasokan pangan yang baik.

Buku karangan E. Gumbira-Sa’id ini sangat direkomendasikan banget bagi orang-orang berjiwa agropreneur khususnya dibidang agroindustri-agrobisnis serta bagi orang-orang foodtech karena membahas secara detail hal-hal apa saja yang penting dibidang itu dan membuka wawasan global serta mengutip kiat sukses dari orang-orang yang telah sukses dibidang ini.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s