BEP versus PBP

Break event point (BEP) adalah suatu kondisi atau keadaan dimana suatu kegiatan usaha tidak memperoleh keuntungan, maupun menderita kerugian. artinya, pada keadaan tersebut kegiatan usaha tersebut mencapai keuntungan = kerugian.

Rumus Analisis Break Even Point :
Biaya Tetap
BEP  =  ———————————-
Hasil Penjualan – Biaya Variabel

Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya dibedakan menjadi:
Biaya semi variabel, yaitu biaya yang akan ikut berubah jum-lahnya dengan perubahan volume penjualan atau produksi, namun tidak secara proporsional. Biaya ini sebagian akan dibe-bankan pada pos biaya tetap, dan sebagian lagi akan dibeban-kan pada pos biaya variabel.
Biaya variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah secara pro-porsional dengan perubahan volume penjualan atau produksi.
Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah dengan perubahan volume penjualan atau produksi.

Payback Period merupakan penentuan jangka waktu yg dibutuhkan utk menutup initial investment ato investasi awal dr suatu kegiatan usaha atau proyek.

Rumus Payback Period :

Total Investasi
Pay Back Period = —————————– x 1 tahun
Net Income + Depreciation

BEP dan PBP sama-sama menghitung seberapa lama nilai investasi akan terbayarkan (balik modal). perbedaannya adalah PBP hanya menghitung kapan investasi itu akan balik modal, sedangkan BEP selain menghitung kapan investasi balik modal juga menghitung kapan biaya-biaya yang dikeluarkan selain investasi akan balik modal. biaya tersebut seperti biaya perawatan alat yang digunakan dalam suatu kegiatan usaha.

Kelemahan PBP adalah tidak dapat menganalisa penghasilan usaha setelah modal kembali serta tidak mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

NPV

Tugas Ekotek – ( NPV )

Nama: Hendra Tanoto

NPM: 240210100074

MENGHITUNG NILAI NPV

Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan untuuk membangun industri pengolahan pertanian, diketahui:

Dana investasi :Rp 35,000,000,- dialokasikan selama 2 tahun, yaitu tahun persiapan Rp 20,000,000,- dan tahun pertama Rp 15,000,000,-, Kegiatan pabrik dimulai setelah tahun kedua dari pengembangan kontruksi,

Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan rekapitulasi dari berbagai biaya pada tahun kedua sebesar Rp 5,000,000,- pertahun dan untuk tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1,

Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari pengolahan hasil-hasil pertanian, Kegiatan produksi dimulai pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan Rp 10,000,000,- sedangkan pada tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1, Berdasarkan data diatas, apakah rencana pembukaan industri yang mengolah hasil pertanian tersebut layak untuk dikembangkan bila dilihat dari segi NPV denga diskon factor sebesar 18%?

JAWAB:

Rumus menghitung nilai NPV adalah sebagai berikut

NPV= 11.115.000

Catatan:

·         Perkiraan cash in flow dan cash out flow yang menyangkut proyeksi harus mendapat perhatian.

·         Perkiraan beefit harus diperhitungkan dengan menggunakan berbagai variabel (perkembangan proyeksi sejenis dimasa yangakan datang, perubahan teknologi, perubahan konsumen).

Perhitungan juga dapat dilihat mengunakan perhitungan dalam tabel 1,

Tabel 1: persiapan perhitungan NPV                          (dalam Rp,000,-)

Thn

Investasi

Biaya Operasi

Total coast

Benefit

Net benefit

D,F, 18%

Present value

0

20.000

20.000

-20.000

1,0000

-20.000

1

15.500

15.500

-15.500

0,8475

-12.713

2

5.000

5.000

10.000

5.000

0,7182

3.591

3

6.000

6.000

12.000

6.000

0,6086

3.652

4

6.000

6.000

14.000

8.000

0,5158

4.126

5

7.000

7.000

17.000

10.000

0,4371

4.371

6

7.000

7.000

21.000

14.000

0,3704

5.186

7

8.000

8.000

25.000

17.000

0,3139

5.336

8

9.000

9.000

30.000

21.000

0,2660

5.586

9

10.000

10.000

36.000

26.000

0,2255

5.863

10

11.000

11.000

43.000

32.000

0,1911

6.115

NPV

11.115,73

 

Nilai NPV adalah 11.115,73 dengan nilai NPV ini adalah lebih dari satu, maka gagasan usaha proyek tersebut layak untuk diusahakan.

Karena dapat catatan untuk memperhatikan cash flow-nya maka dihitung mengunakan cash flow diagram.

Perhitungan dari cash outflow adalah :

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

P = -2.000+(-15.000(P/F.i.n))+(-5000(P/F.i.n))+(-6000(P/A.i.n))(P/F.i.n)     + (-7000(P/A.i.n))(P/F.i.n)+(-8000(P/F.i.n))+(-9000((P/F.i.n))+(-10000(P/F.i.n)) + (-11000(P/F.i.n))

Dari tabel didapat nilai pengurangannya :

P = -58.015.03

Perhitungan dari cash inflow adalah :

Dari cash in flow, dihitung Present Value sebagai berikut :

P=10.000(P/F.i.n))+( 12.000 (P/F.i.n)) + (14.000 (P/F.i.n)) + (17.000 (P/F.i.n)) +  (21.000 ( (P/F.i.n)) + ( 25.000(P/F.i.n)) +(30.000 (P/F.i.n)) + (-36.000 (P/F.i.n))+(-43.000 (P/F.i.n))

Maka dari table diapatkan nilai PV diatas adalah

P = 69.078.3

Maka NPV      = 69.078.3-58.015.03

 = 11.063,27

Dari perhitungan ada perbedaan dengan nilai yang ditung menggunakan rumus bunga. Hal itu disebabkan pada table pengeluaran pada tahun 3dan 4 tidak dijadikan nilai present dhaulu tetapi langsung, begitupun pada tahun 5 dan 6.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Free Radicals Vs Antioxidant

Radikal Bebas

Radikal bebas didefinisikan sebagai atom/molekul/senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Karena secara kimia, molekulnya tidak berpasangan, radikal bebas cenderung untuk bereaksi dengan molekul sel tubuh. Kemudian menimbulkan senyawa tidak normal (radikal bebas baru yang lebih reaktif) dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting. Beberapa komponen tubuh yang rentan terhadap serangan radikal bebas antara lain; kerusakan DNA, membran sel, protein, lipid peroksida, proses penuaan dan autoimun manusia. Dalam bidang medis, diketahui bahwa radikal bebas merupakan biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit liver, jantung koroner, kanker, diabetes, katarak, penyakit hati, dan berbagai proses penuaan dini.

Contoh radikal bebas adalah superoksida (O2), hidroksil (OH), nitroksida (NO), hidrogen peroksida (H2O2), asam hipoklorit (HOCl), thill (RS) dan lain-lain. Derajat kekuatan tiap radikal bebas ini berbeda, dan senyawa paling berbahaya adalah radikal hidroksil (OH) karena memiliki reaktivitas paling tinggi. Radikal bebas di atas terdapat dalam tubuh dengan berbagai cara, tetapi secara umum timbul akibat berbagai proses biokimiawi dalam tubuh, berupa hasil samping dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan, atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan, asap rokok, bahan pencemar dan radiasi matahari.

Dari gambar diatas dapat memperjelas apa yang sudah dipaparkan diatas dimana radikal bebas memiliki elektron bebas yang siap menyerang sel sel tubuh sehingga sel tubuh menjadi tidak stabil, dan radikal bebas merupakan salah satu sumber karsinogenik

Antioksidan

Tubuh manusia sangat rentan terhadap serangan radikal bebas terutama dari radikal bebas alami dalam tubuh dan polusi lingkungan. Tetapi mengapa tubuh masih bisa menahan penyakit yang membahayakan tubuh?. Hal ini karena terdapat zat penetral radikal bebas dalam tubuh atau yang disebut antioksidan. Antioksidan ini akan menghentikan reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh bergantung pada jenis antioksidannya. Antioksidan primer akan bekerja mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan cara mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang kurang mempunyai dampak negatif. Contoh antioksidan primer adalah Superoksida Dismustase (SOD), Glutation Peroksidase (GPx), dan protein pengikat logam. Yang kedua adalah antioksidan skunder yang bekerja dengan cara mengkhelat logam yang bertindak sebagai pro-oksidan, menangkap radikal dan mencegah terjadinya reaksi berantai. Contohnya: Vitamin E, Vitamin C, b karoten. Dan terakhir antioksidan tersier yang bekerja memperbaiki kerusakan biomolekul yang disebabkan radikal bebas. Contohnya enzim-enzim yang memperbaiki DNA dan metionin sulfosida reduktase.

Itulah mengapa tubuh sampai sekarang masih sehat walaupun sangat rentan terhadap serangan radikal bebas di tiap detiknya. Dan yang harus terus diperhatikan adalah pasokan antioksidan dalam tubuh harus tersedia dalam jumlah cukup. Untuk itu suplemen antioksidan dari luar sangatlah diperlukan untuk mencegah pengaruh buruk dari radikal bebas.

Aktivitas antioksidan dari berbagai tanaman di atas diperkirakan mempunyai kekuatan sedang sampai tinggi. Beberapa ekstrak tanaman yang telah diketahui mempunyai aktivitas antioksidan tinggi antara lain dari golongan rempah-rempah seperti ekstrak cengkeh, jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, dan pala. Kemudian ekstrak bunga rosmarinus offcinalis, ekstrak cabe, daun teh, daun dewa, buah merah diketahui juga mempunyai aktivitas antioksidan tinggi. Khusus untuk rempah-rempah, aktivitas antioksidan rempah-rempah kering umumnya lebih aktif daripada rempah-rempah segar. Secara umum, antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat dan mencegah proses oksidasi lipid. Secara khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar & Rossell, 1990). Menurut Fessenden dan Fessenden (1986), antioksidan merupakan suatu inhibitor reaksi radikal bebas yang kadang-kadang dirujuk sebagai suatu ‘perangkap’ radikal bebas. Halliwell dan Gutteridge (1999) mendefinisikan antioksidan sebagai substansi yang apabila diberikan pada konsentrasi rendah dibandingkan substrat yang mudah dioksidasi, secara signifikan menunda atau menghambat oksidasi substrat tersebut.

Mekanisme kerja umum suatu penghambat radikal bebas adalah bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif dan relatif stabil. Antioksidan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk pangan dari berbagai kerusakan seperti ketengikan, perubahan warna dan aroma, serta kerusakan fisik lain pada produk pangan karena oksidasi (Widjaya, 2003).

Antioksidan Alami

Berikut adalah beberapa tanaman yang potensial mengandung antioksidan alami dan berada di sekitar kita:

Tanaman Jenis yang Berkhasiat Antioksidan
Sayur-sayuran Brokoli, Kubis, Lobak, Wortel, Tomat, Bayam, Cabe, Buncis, Pare, Leunca, Jagung, Kangkung, Takokak, Mentimun
Buah-buahan Anggur, Alpukat, Jeruk, Kiwi, Semangka, Markisa, Apel, Belimbing, Pepaya, Kelapa
Rempah Jahe, Temulawak, Kunyit, Lengkuas, Temumangga, Temuputih, Kencur, Kapulaga, Bangle, Temugiring, Lada, Cengkeh, Pala, Asam Jawa, Asam Kandis
Tanaman lain Teh, Ubi Jalar, Kedelai, Kentang, Keluwak, Labu Kuning, Pete Cina

Dari tabel di atas diketahui bahwa banyak sekali tumbuhan yang kita konsumsi tiap harinya mengandung antioksidan. Senyawa antioksidan tersebut tersebar pada berbagai bagian tumbuhan seperti akar, batang, kulit, ranting, daun, bunga, buah, dan biji. Antioksidan alami ini berfungsi sebagai reduktor, penekan oksigen singlet, pemerangkap radikal bebas, dan sebagai pengkhelat logam. Secara kimiawi antioksidan alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan ini terutama berasal dari golongan senyawa turunan fenol seperti flavonoid, turunan senyawa asam hidroksiamat, kumarin, tokoferol dan asam organik.

 

Epigallocatechin gallate (EGCG) sebagai Kemopreventif

Penggunaan EGCG sebagai agen kemopreventif lebih menguntungkan dibanding agen kemoterapi karena agen kemoterapi tidak hanya menyerang sel kanker namun juga dapat menyerang sel normal, sedangkan EGCG lebih spesifik menyerang sel kanker.

Mekanisme EGCG sebagai agen kemopreventif adalah dengan berperan sebagai antioksidan alami. Oksigen dapat mengoksidasi substansi xenobiotik menghasilkan spesies yang reaktif atau radikal bebas. Senyawa ini dapat bereaksi dengan berbagai konstituen dalam sel: karbohidrat, lemak, protein dan deoxyribo nucleic acid (DNA) sehingga menimbulkan kerusakan. Dampak ini diminimalkan dengan adanya senyawa pelindung alami yang secara normal dihasilkan oleh tubuh, yaitu adanya enzim protective (superoxide dismutase, peroxidase, glutathione peroxidase, glutathione S-transferase dan catalase). Namun, jika radikal bebas terlalu banyak dan tubuh tidak mampu menangkalnya, kerusakan sel terus terjadi dan bisa menimbulkan kanker. Oleh karena itu, perlu tambahan senyawa dari luar yang berfungsi sebagai antioksidan, salah satunya EGCG. Penelitian in vitro menunjukkan bahwa EGCG memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Time? its has effect to value of money!

Nilai yang akan datang

Nilai yang akan datang, Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

Nilai sekarang

Nilai Sekarang (present value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang/satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru dimiliki beberapa waktu kemudian. Kalau diperhatikan, sejumlah uang yang akan diterima dari hasil investasi, akan turun atau naik pada akhir tahun depan. Ini terjadi karena uang memiliki nilai waktu. Bisa naik, bisa juga turun. Uang sekarang Rp 45.000,- nilainya akan sama dengan Rp45.000 pada akhir  kalau kita tidak memperhatikan nilai waktu uang, maka nilai uang tahun  sekarang adalah lebih tinggi atau rendah dari pada uang yang akan kita terima pada akhir tahun depan.
Jadi bukan nilai uangnya yang berbeda melainkan nilai waktu dari uangya.

Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya. Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang

Keterbatasannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya menyimpan uangnya apbila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka menganggap jika bunga bank tinggi maka uang yang akan mereka terima dimasa yang akan datang juga tinggi. Time value of money tidak memperhitungkan tingkat inflasi.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Konsep biaya cookies coklat

Cookies coklat

Biaya bahan langsung

No. Bahan-bahan Kebutuhan bahan Harga bahan (Rp)
Nama Bahan Satuan Per Produk Per Pesanan Satuan Keseluruhan
1. Gula halus kg 0,002 0,5 8000

4000

2. Coklat bubuk kg 0,003 0,25 7000

1750

3. Chocochip kg 0,001 0,3 5000

1500

4. Tepung terigu kg 0,004 1 10000

10000

5. Mentega kg 0,004 0,9 8500

7650

6. Telur kg 0,001 0,25 8000

2000

7. Maizena kg 0,0006 0,15 7500

1125

7. Toples buah 0,0125 3 1500

4500

8. Kertas minyak buah 1 240 25

6000

           

Jumlah biaya bahan langsung 38525

 

Biaya Buruh Langsung

No. Jenis Pekerjaan Kebutuhan Buruh (jam orang) Upah buruh (Rp)
Per Produk Per Pesanan Per Jam-orang Keseluruhan
1 Buruh belanja 1 240 50 12000
2 Pembuat cookies 1 240 50 12000
3 Pelayan di toko cookies 1 240 50 12000
Jumlah biaya buruh langsung 36000

 

Biaya Tak Langsung Pabrik

No. Jenis  Biaya Biaya Dasar (Rp) Biaya Tambahan Jumlah  (Rp)
Perjam orang Perpesanan
1. Bahan tak langsung 40000 20 4800 44800
2. Buruh tak langsung
3. Biaya lainnya 40000 10 2400 42400
Jumlah Biaya Tak Langsung Pabrik 91200

 

Biaya Komersial

No. Jenis Biaya Biaya Dasar (Rp) Biaya Tambahan (Rp) Jumlah  (Rp)
Per Produk Per pesanan
1. Biaya Pemasaran 50000 10 2400 52400
2. Biaya administrasi 10000 5 1200 11200
Jumlah Biaya Komersial 63600

 

Perincian Biaya Pembuatan Cookies Coklat

Komponen Biaya Jumlah (Rp)
Biaya Langsung 38525
Biaya Buruh Langsung 36000

Biaya Primer

74525
Biaya Tak Langsung 91200

Biaya Produksi

165725
Biaya Komersial 63600

Harga Pokok Produk Per Pesanan

229325

Harga pokok produk per satuan

955,5

 

Bila keuntungan kotor sebesar 30% dari harga pokok.

Keuntungan kotor = 30% X 955,5 = 286,6

Pajak penjualan adalah 10% dari harga jual produk. Harga jual produk tersebut adalah sebesar = 955,5 + 286,6 =1242,1

Pajak Penjualan = 10% X 1242,1= 124,2

Keuntungan

Setelah Pajak = 1242,1 – 955,5 – 124,2 = 162,4

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Agrotechnoprenuer?

Saya akan mencoba mereview buku yang berjudul Wawasan, Tantangan, dan Peluang Agrotechnopreneur Indonesia. Dari judulnya saja sudah pasti bisa ditebak kan isinya bakalan membahas tentang apa? Yup! Tentang agroindustri maupun agrobisnis tentunya. Buku ini menjelaskannya secara detail bahwa agropreneur adalah berbagai upaya yang dilakukan pihak-pihak dalam memanfaatkan peluang industri agribisnis.

Apa sih agrotechnopreneur? Jadi istilah agrotechnopreneur baru-baru muncul diawal tahun 2000-an, sebagai respon atas maraknya penggunaan istilah technopreneur di bidang bisnis berbasis teknologi. Masih sangat asing bukan istilahnya? Pasti  taunya cuma entrepreneur🙂

Istilah Agrotechnopreneur memang masih sangat asing khususnya di telinga masyarakat Indonesia padahal hasil dari Agrotechnopreneur sudah ada dan dinikmati oleh masyarakat luas. Agrotechnopreneur sendiri memiliki pengertian singkat: seorang agropreneur yang memanfaatkan teknologi.

Dari sudut pandang terminologi, agrotechnopreneurship didefinisikan sebagai kemampuan dalam mengelola suatu usaha (wirausaha) di sektor agribisnis/agroindustri melalui pemanfaatan teknologi serta mengedapankan inovasi dalam upaya pengembangan bisnisnya, dalam hal yang dipasok (Gumbira-Sa’id, 2010).

Pengertian tersebut kemudian diarti yaitu pengusaha yang bergerak di bidang agribisnis dan selanjutnya membahas mengenai wawasan yang harus dimiliki, tantangan-tantangan apa saja, dan peluang-peluang yang harus dimanfaatkan bagi seorang agrotechnopreneur di Indonesia.

Di buku ini juga banyak membahas orang-orang Agrotechnopreneur yang sudah sukses. Contohnya saja Bapak Bob Sadino, Ibu Martha Tilaar. Siapa yang tidak kenal beliau-beliau. Mereka ternyata seorang Agrotechnopreneur loh.?!

Saya akan coba mengulas sedikit kisah tentang Ibu Martha Tilaar. Beliau aslinya merupakan sarjana dari bidang sejarah / sejarawan. Tetapi akhirnya menjadi seorang agropreneur dengan kesuksesan luar biasa. Bagaimana tidak, komestika yang dia produksi telah mendapat pengakuan internasional. Yang lebih hebatnya lagi, bahan dasar kosmetik dari beliau produksi berbasis pertanian lokal dan alami. Semua itu merupakan bentuk kecintaan beliau terhadap tanah air.

Selain kisah-kisah orang hebat indonesia, buku ini memberi contoh bagaimana negara luar berhasil akan konsep agrobisnis serta agroindustrinya seperti Jepang yang belum ada di Indonesia. Jepang menggagaskan konsep OVOP yaitu one village one product. Konsep tersebut membuat product dari jepang berdaya saing hebat karena kualitas yang sangat terjaga sehingga para agrotechpreneur mereka dapat bersaing baik pasar regional, nasional, hingga internasional.

Pada bab terakhir bab ini khusus membahas tantangan serta peluang bisnis khusus dalam bidang pangan di dunia internasional. Bagaimana permasalahan pangan di Indonesia ketika ada musibah melanda Indonesia seperti serta membahas tentang rantai pasokan pangan yang baik.

Buku karangan E. Gumbira-Sa’id ini sangat direkomendasikan banget bagi orang-orang berjiwa agropreneur khususnya dibidang agroindustri-agrobisnis serta bagi orang-orang foodtech karena membahas secara detail hal-hal apa saja yang penting dibidang itu dan membuka wawasan global serta mengutip kiat sukses dari orang-orang yang telah sukses dibidang ini.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment